Langsung ke konten utama

Berita Terbaru

ISI Yogyakarta dan The James F. Sundah Foundation Luncurkan Beasiswa Riset Hak Cipta

17 June 2026

ISI Yogyakarta dan The James F. Sundah Foundation meluncurkan James F. Sundah Fellowship Program, beasiswa riset bagi mahasiswa tingkat akhir yang meneliti hak cipta, royalti, dan kekayaan intelektual, bertepatan dengan peringatan 40 hari wafatnya James F. Sundah.

ISI Yogyakarta dan The James F. Sundah Foundation Luncurkan Beasiswa Riset Hak Cipta

Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta bersama The James F. Sundah Foundation resmi meluncurkan James F. Sundah Fellowship Program, program beasiswa riset yang berfokus pada hak cipta, royalti, hak kekayaan intelektual, pelindungan karya kreatif, hak-hak pencipta, dan pengembangan kebijakan kekayaan intelektual di era digital. ISI Yogyakarta mengumumkan peluncuran ini pada 17 Juni 2026.

Program ini diluncurkan sebagai bagian dari peringatan 40 hari wafatnya komponis dan pencipta lagu legendaris Indonesia, James Freddy Sundah (1955–2026). Berdasarkan Nota Kesepahaman yang ditandatangani kedua institusi, beasiswa ini akan mendukung mahasiswa tingkat akhir yang melakukan penelitian tentang isu-isu strategis di bidang hak cipta dan kekayaan intelektual.

The James F. Sundah Foundation, sebuah lembaga amal nirlaba yang berbasis di New York, didirikan oleh istri James, Priscillia Sundah Suntoso, untuk menjaga, melestarikan, dan meneruskan karya, gagasan, serta nilai-nilai yang beliau tinggalkan. Beasiswa ini merupakan program pertama yayasan.

Mengapa program ini penting

Menurut ISI Yogyakarta, program ini penting karena teknologi digital, kecerdasan artifisial, dan ekonomi kreatif semakin menuntut pelindungan yang kuat atas karya intelektual seniman dan pelaku budaya. Beasiswa ini juga diharapkan menghasilkan rekomendasi akademik yang dapat dimanfaatkan komunitas seni, pemerintah, industri kreatif, dan masyarakat luas untuk memperkuat sistem pelindungan hak cipta nasional Indonesia.

Mitra dan Komite Seleksi

Selain ISI Yogyakarta, program ini bekerja sama dengan AAPI Creative New York, jaringan kreatif diaspora Asia dan Kepulauan Pasifik di New York. Program ini juga didukung tokoh-tokoh terkemuka dari berbagai disiplin di Indonesia yang menjadi anggota Komite Seleksi beasiswa riset James F. Sundah Fellowship Program:

  • Adi Harsono, profesional dan eksekutif senior
  • Aminoto Kosin, musisi, komponis, penata musik, dan produser musik senior
  • Dahlan Iskan, tokoh pers dan mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara Republik Indonesia
  • Naratama Rukmananda, sutradara televisi, penyiar, dan penulis senior
  • Wendi Putranto, mantan jurnalis musik, penulis, dan pengusaha

“No song, no music industry”

Priscillia Sundah Suntoso, Pendiri merangkap Ketua The James F. Sundah Foundation, mengatakan:

“Pendirian The James F. Sundah Foundation merupakan wujud kepercayaan dan tanggung jawab yang diberikan almarhum James kepada saya untuk menjaga, mengelola, dan melestarikan karya-karyanya, beserta nilai-nilai yang beliau perjuangkan sepanjang hidupnya. James selalu mengatakan, ‘no song, no music industry’, sebuah keyakinan bahwa pencipta adalah fondasi industri musik dan hak-hak mereka harus dihormati serta dilindungi. Melalui James F. Sundah Fellowship Program bersama ISI Yogyakarta, kami berharap dapat mendorong lahirnya penelitian yang memperkuat pemahaman mengenai hak cipta dan kekayaan intelektual serta memberikan manfaat nyata bagi generasi mendatang.”

Rektor ISI Yogyakarta, Prof. Dr. Irwandi, M.Sn., menyambut baik kolaborasi ini dan menyampaikan bahwa beasiswa ini sejalan dengan komitmen ISI Yogyakarta terhadap pendidikan seni yang menjawab tantangan zaman dan memberi dampak nyata bagi masyarakat. Ia mengatakan:

“ISI Yogyakarta menyambut baik dan mengapresiasi kerja sama serta inisiatif beasiswa dari The James F. Sundah Foundation untuk mendukung penelitian mahasiswa. Hal ini akan memperkuat literasi yang dibutuhkan komunitas seni dan masyarakat luas, terutama terkait kekayaan intelektual para seniman, yang masih memerlukan banyak kajian sekaligus edukasi bagi para pemangku kepentingan seni.”

“Di tengah transformasi digital dan perkembangan teknologi kecerdasan artifisial, pelindungan hak cipta menjadi isu strategis yang harus dipahami oleh seluruh insan seni. Melalui program beasiswa ini, ISI Yogyakarta ingin mendorong penelitian berkualitas yang dapat berkontribusi pada pengembangan kebijakan, penguatan industri kreatif, dan pelindungan hak-hak pencipta di Indonesia.”

Wendi Putranto, juru bicara Yayasan sekaligus anggota dewan seleksi beasiswa riset, mengatakan:

“Warisan terbesar James F. Sundah tidak hanya terletak pada lagu-lagunya, tetapi juga pada gagasan dan perjuangannya untuk menempatkan pencipta lagu pada posisi yang layak dan strategis dalam ekosistem musik Indonesia. Beasiswa riset ini adalah cara yang tepat untuk mewariskan gagasan tersebut kepada generasi baru melalui penelitian, pendidikan, dan pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya terkait Hak Cipta dan Hak Kekayaan Intelektual yang hingga kini masih sangat menantang di Indonesia.”

Langkah selanjutnya

Putaran pertama James F. Sundah Fellowship Program direncanakan mulai menerima pendaftaran pada Tahun Akademik 2026/2027. Melalui inisiatif ini, komitmen James F. Sundah untuk menempatkan pencipta di jantung ekosistem kreatif diharapkan terus hidup melalui generasi baru peneliti, seniman, akademisi, dan pembuat kebijakan di Indonesia.


Sumber: ISI Yogyakarta — “ISI Yogyakarta dan James F. Sundah Foundation Luncurkan Beasiswa Riset Hak Cipta, Perkuat Ekosistem Kekayaan Intelektual Seni Indonesia” (17 Juni 2026). Kutipan Priscillia Sundah Suntoso dan Wendi Putranto berasal dari siaran pers The James F. Sundah Foundation tertanggal 16 Juni 2026 yang dimuat bersama artikel ISI Yogyakarta.

Kembali ke Berita